Pujian yang Spesifik

 

Keberhasilan saya mengendalikan emosi selama dua hari sepertinya mulai menunjukkan hasil positif, mungkin karena terbawa suasana rumah yang kondusif dan bebas dari omelan mama, hari ini Aya menunjukkan sikap yang menurut saya manis sekali. Kebayang kan kalo bisa kaya gini setiap hari?? 

Salah satunya adalah kejadian tadi pagi, Aya sudah tidak sabar untuk mulai belajar sejak jam 8, padahal setiap hari jadwal homeschoolnya dimulai pukul 9. Saya yang masih kewalahan dengan pekerjaan dapur dan si bayi sebenarnya agak terganggu dengan sikapnya yang memburu-buru tapi Alhamdulillah kontrol emosi saya masih bekerja dengan baik. Dan pada akhirnya saya putuskan untuk menyudahi pekerjaan rumah tangga saya dan berbagi tugas dengan sang papa untuk menjaga si adek bayi.

Continue reading “Pujian yang Spesifik”

“Jangan Bilang Tidak Bisa Ya..”

Pemanasan untuk melakukan tantangan 10 hari (syukur syukur 15 hari) sebenarnya sudah saya lakukan kemarin, yaaa semacam pemanasan sebelum kita senam gitu lah, gunanya untuk meregangkan dan melemaskan otot, supaya badan kita cukup lentur dan luwes pas senam beneran (gaya banget kan). Pemanasan yang saya lakukan kemarin sederhana saja sebenarnya, hanya menulis poin poin komunikasi produktif pada anak di atas selembar kertas putih, tujuannya supaya saya selalu ingat untuk memperbaiki pola komunikasi saya dengan anak. Kertasnya pun saya pilih yang ukuran folio lalu saya tempel di pintu kulkas. Kenapa di pintu kulkas? ya daripada saya tempel di pintu pagar gitu kan hehehe. Alasannya karena kulkas saya letaknya strategis, yaitu di pertigaan antara dapur, kamar mandi dan tempat jemuran, istimewa sekali bukan.

Continue reading ““Jangan Bilang Tidak Bisa Ya..””