Miss Dewi http://missdewi.com My Life My Story Thu, 27 Dec 2018 13:47:12 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.9 Pujian yang Spesifik http://missdewi.com/2018/09/08/53/ http://missdewi.com/2018/09/08/53/#respond Sat, 08 Sep 2018 15:19:39 +0000 http://missdewi.com/?p=53 Continue reading "Pujian yang Spesifik"

]]>

 

Keberhasilan saya mengendalikan emosi selama dua hari sepertinya mulai menunjukkan hasil positif, mungkin karena terbawa suasana rumah yang kondusif dan bebas dari omelan mama, hari ini Aya menunjukkan sikap yang menurut saya manis sekali. Kebayang kan kalo bisa kaya gini setiap hari?? 

Salah satunya adalah kejadian tadi pagi, Aya sudah tidak sabar untuk mulai belajar sejak jam 8, padahal setiap hari jadwal homeschoolnya dimulai pukul 9. Saya yang masih kewalahan dengan pekerjaan dapur dan si bayi sebenarnya agak terganggu dengan sikapnya yang memburu-buru tapi Alhamdulillah kontrol emosi saya masih bekerja dengan baik. Dan pada akhirnya saya putuskan untuk menyudahi pekerjaan rumah tangga saya dan berbagi tugas dengan sang papa untuk menjaga si adek bayi.

Proses pembelajaran pun berjalan lancar, saya yang memang sudah berniat untuk ikhlas menunda pekerjaan RT Alhamdulillah jadi lebih fokus dan ringan ketika membersamai anak untuk belajar, pun begitu dengan Aya, moodnya relatif positif. Selesai belajar, gantian si adek yang meminta perhatian, mulai merengek-rengek  mencari si emak, mungkin karena sudah mengantuk dan haus ya. Sempet bingung, antara langsung handle si adek, ato percaya sama si Papa buat jagain ehh tanpa saya minta tiba-tiba Aya berkata ‘Ma, kasurnya tak beresin dulu ya’ Masya Allah, manis banget kan. Lalu ia pun sibuk merapikan sprei, membersihkan kasur dan menata bantal-bantal. Setelah ia selesai, saya pun memberikan pujian ‘Makasih ya mbak, sudah mau membereskan kasur tanpa mama minta. Kamu baiikk bangeett sih mbak udah mau bantuin Mama’. Pujian yang spesifik tentunya jauh lebih baik ketimbang hanya sekedar berkata ‘Wah pinternya’, karena dengan begini anak menjadi mengerti, sikapnya yang seperti apa yang kita apresiasi. Plus pujian seperti ini Insya Allah bikin anak lebih menghargai proses.

Sidoarjo,

Dewi Anggraini

 

#hari3

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

]]>
http://missdewi.com/2018/09/08/53/feed/ 0
“Forgive the mess, Mom” http://missdewi.com/2018/09/07/forgive-the-mess-mom/ http://missdewi.com/2018/09/07/forgive-the-mess-mom/#respond Fri, 07 Sep 2018 14:41:58 +0000 http://missdewi.com/?p=44 Continue reading "“Forgive the mess, Mom”"

]]>
Di hari kedua ini, fokus perbaikan saya tetap di urusan emosi. Karena seperti yang saya tulis kemarin, pengendalian emosi sejatinya adalah pondasi dari komunikasi produktif. Maka dalam setiap momen membersamai anak, poin itu selalu terngiang ngiang di kepala saya (hmm…terngiang itu di kepala atau di telinga yak).

Tidak ada momen khusus yang bisa saya ceritakan, karena hari ini sebenarnya berjalan seperti biasa, rumah kotor, mainan berantakan, piring kotor menumpuk, sisa makanan berceceran, sungguh aduhai lah pokoknya. Dan biasanya di momen saya benar benar overwhelmed dengan segala kekacauan ini, sumbu emosi saya akan mudah tersulut. Tapi hari ini saya coba belajar ikhlas, ikhlas lahir batin melihat rumah kotor dan berantakan (padahal kalau boleh GR saya ini termasuk rapi loh orangnya). Menjaga emosi, menjaga kata-kata dan intonasi suara supaya tetap ramah sungguh tidak semudah menuliskannya di secarik kertas (ya iya laah) tapi saya yakin kalau it worths the struggle.

 

Sidoarjo,

Dewi Anggraini

 

#hari2

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

]]>
http://missdewi.com/2018/09/07/forgive-the-mess-mom/feed/ 0
“Jangan Bilang Tidak Bisa Ya..” http://missdewi.com/2018/09/06/jangan-bilang-tidak-bisa-ya/ http://missdewi.com/2018/09/06/jangan-bilang-tidak-bisa-ya/#respond Thu, 06 Sep 2018 14:00:17 +0000 https://missdewi.com/?p=40 Continue reading "“Jangan Bilang Tidak Bisa Ya..”"

]]>
Pemanasan untuk melakukan tantangan 10 hari (syukur syukur 15 hari) sebenarnya sudah saya lakukan kemarin, yaaa semacam pemanasan sebelum kita senam gitu lah, gunanya untuk meregangkan dan melemaskan otot, supaya badan kita cukup lentur dan luwes pas senam beneran (gaya banget kan). Pemanasan yang saya lakukan kemarin sederhana saja sebenarnya, hanya menulis poin poin komunikasi produktif pada anak di atas selembar kertas putih, tujuannya supaya saya selalu ingat untuk memperbaiki pola komunikasi saya dengan anak. Kertasnya pun saya pilih yang ukuran folio lalu saya tempel di pintu kulkas. Kenapa di pintu kulkas? ya daripada saya tempel di pintu pagar gitu kan hehehe. Alasannya karena kulkas saya letaknya strategis, yaitu di pertigaan antara dapur, kamar mandi dan tempat jemuran, istimewa sekali bukan.

Dan hari ini tantangan pun dimulai (wooosshaaahh), target utama saya adalah pengendalian emosi. Menurut saya poin ini adalah pondasi dari semua poin kompro lain, karena ketika saya emosi, maka kata kata yang keluar dari mulut ini sungguh sangat kontraproduktif, hampir semua poin kompro akan saya langgar sekaligus tanpa ampun, dan membayangkan efeknya kalau sering dilakukan rasanya kok ngeri sendiri.

Karena pagi ini jadwal homeschool Aya adalah aktifitas outdoor, maka pada jam 8.30 pagi kami sekeluarga sudah meluncur ke alun alun Sidoarjo. Seperti biasa ketika melihat berbagai mainan, Aya pun langsung semangat untuk mencoba. Mainan pertama yang dia coba adalah Monkey Bar, agak kaget juga karena sebelumnya dia tidak pernah berani memanjat tiang itu sampai keatas, tapi saya menahan diri untuk tidak menyuruhnya mencoba yang lain, toh dia sendiri yang memilih.

Benar dugaan saya, baru memanjat setengah jalan Aya sudah takut, dia mulai merengek pada papanya untuk turun. Biasanya kalau hal semacam ini terjadi, saya akan memaksanya untuk terus mencoba tapi dengan kata-kata yang tidak produktif:

‘halah, gitu aja kok takut sih’

‘udah coba aja, masa kalah sama adek yang itu’

‘kalau ga berani kita pulang aja ya’

dan ini semua bersumber dari saya yang tidak bisa mengendalikan emosi, saya tidak sabar melihatnya merengek karena takut. Tapi tadi pagi saya mulai belajar melakukan sesuatu yang berbeda, sebisa mungkin saya usahakan untuk tidak terbawa emosi. Maka yang saya lakukan adalah menyemangatinya daripada memaksanya, lalu terus memberikan afirmasi positif bahwa Aya memiliki kemampuan untuk melawan rasa takutnya. Saya terus memberi sugesti positif bahwa Aya BISA.

Mama: ‘ayo Aya, kamu bisa’

Aya: ‘gak bisa ma, aku takut’

Mama: ‘dicoba dulu Aya, sama papa sudah dijagain dari bawah’

Aya: ‘ga bisa ma’

Mama: ‘jangan bilang ga bisa nak, bilang bisa biar jadi do’a’

Kira-kira seperti itu dialog saya dan Aya tadi. Dan apakah Aya akhirnya berhasil? Sayangnya belum hahha. Tadi ia akhirnya menyerah pada rasa takutnya, tapi tidak papa berarti lain kali harus kami coba lagi untuk mengajaknya naik Monkey Bar. Setidaknya menurut saya, jika saya terus memberi sugesti positif cepat atau lambat Aya akan bisa mengalahkan rasa takutnya. Saya cukup bersyukur karena sudah cukup mampu mengendalikan emosi sehingga kata kata yang muncul dari mulut saya tidak destruktif.

 

Sidoarjo,

Dewi Anggraini

 

#hari1

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

]]>
http://missdewi.com/2018/09/06/jangan-bilang-tidak-bisa-ya/feed/ 0