“Forgive the mess, Mom”

Di hari kedua ini, fokus perbaikan saya tetap di urusan emosi. Karena seperti yang saya tulis kemarin, pengendalian emosi sejatinya adalah pondasi dari komunikasi produktif. Maka dalam setiap momen membersamai anak, poin itu selalu terngiang ngiang di kepala saya (hmm…terngiang itu di kepala atau di telinga yak).

Tidak ada momen khusus yang bisa saya ceritakan, karena hari ini sebenarnya berjalan seperti biasa, rumah kotor, mainan berantakan, piring kotor menumpuk, sisa makanan berceceran, sungguh aduhai lah pokoknya. Dan biasanya di momen saya benar benar overwhelmed dengan segala kekacauan ini, sumbu emosi saya akan mudah tersulut. Tapi hari ini saya coba belajar ikhlas, ikhlas lahir batin melihat rumah kotor dan berantakan (padahal kalau boleh GR saya ini termasuk rapi loh orangnya). Menjaga emosi, menjaga kata-kata dan intonasi suara supaya tetap ramah sungguh tidak semudah menuliskannya di secarik kertas (ya iya laah) tapi saya yakin kalau it worths the struggle.

 

Sidoarjo,

Dewi Anggraini

 

#hari2

#gamelevel1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *